Renungan GKM

rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Satu Jiwa Begitu Berharga

Pendahuluan :

Ada satu film yang sangat bagus di tahun 2013, film itu berjudul “The Search for Sophie Parker”. Film ini dibuat karena terinspirasi dari kisah-kisah nyata. Dikisahkan seorang ibu yaitu stevie parker, seorang polisi pemberani yang sudah menjanda dan memiliki satu-satunya seorang putri yaitu sophie parker. Dia bersama anaknya tinggal di Amerika serikat. Satu kali sophie bersama temannya jeni berlibur ke rusia dan suatu waktu mereka berkenalan dengan seorang laki laki yang jahat bernama boby. Pria ini adalah salah satu sindikat perdagangan wanita. Setelah mendengar berita putrinya diculik, maka ibunya langsung memutuskan untuk terbang ke rusia dengan tujuan untuk mencari dan menyelamatkan anaknya. Tetapi stevie mengalami kendala ijin beroperasi untuk mencari anaknya, karena walalupun dia anggota kepolisian tetapi dia tidak di beri ijin, dan mereka berkata bahwa sudah ada detektif yang menangani kasus ini. tetapi ternyata detektif yang menangani kasus itu juga adalah kaki tangan sindikat terlarang. Tetapi stevi tidak patah semangat dia tetap militan untuk menemukan putrinya sekalipun nyawanya menjadi taruhan. Singkat cerita akhirnya stevie berhasil menemukan putrinya dalam keadaan selamat.

Dari kisah film ini saya menangkap pesan bahwa semakin besar rasa sayang kita terhadap sesuatu yang hilang itu, maka semakin besar usaha kita untuk mencarinya.

Saudara, kalau orang tua ragawi saja rela berkorban untuk mencari anaknya yang hilang apalagi sebenarnya bapa surgawi kita. kalau stevie parker saja sebagai seorang manusia yang terbatas menganggap anaknya sangat berharga sehingga dia dengan sekuat tenanga untuk menemukan anaknya  maka terlebih kita ini juga adalah milik kepunyaan bapa yang sangat  mengasihi dan menyayangi kita. Jika kita terhilang maka Bapa surgawi akan segera mencari dan menemukan kita.

Mari kita akan melihat pengajaran firman Tuhan lewat satu perumpamaan yang sangat terkenal yaitu perumpamaan domba yang hilang. —Mari kita buka Alkitab dan membaca injil Lukas 15:1-7

Penjelasan :

Saudara, dalam pengajaran Yesus, maka perumpamaan menjadi cara mengajar Yesus yang efektif. Perumpamaan itu sendiri adalah sebuah kisah rekaan Yesus sendiri untuk menjelaskan tetang realitas atau prinsip/ nilai-nilai rohani yang penting suapaya mudah dipahami oleh pendengar.

Perumpamaan tentang domba yang hilang terkesan sederhana tapi tahukah kita bahwa kisah ini mengandung realita dan sarat dengan prinsip rohani yang dalam.

Lukas mengawali kisah yesus menceritakan perumpamaan ini dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan pengajarannya. Rupa-rupanya para ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi yang menganggap level kerohanian yang tinggi,mersa mereka orang yang paling benar,  mereka sudah gusar dan tidak tahan lagi ketika melihat pemandangan, dimana Yesus mencurahkan perhatian kepada pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Pada masa itu orang faris dan ahli taurat tidak mau bergaul  dengan kaum yang dianggap sebagai orang-orang berdosa seperti pemungut cukai dan perempuan sundal. Para pemungut cukai di benci oleh orang farisi kerena dianggap sebagai antek antek penjajahan romawi, karena para pemungut cukai bertugas untuk mengumpulkan pajak atau upeti dari orang israel dan disetorkan kepada penjajah romawi. Perempuan sundal dianggap sebagai orang amoral. Maka sebagian menganggap orang orang berdosa merujuk kepada orang orang non Yahudi  yang disebut orang kafir.

Orang-orang farisi marah karena para orang berdosa diberi sarana untuk menikmati anugerah, dipanggil untuk bertobat  dan didorong untuk mengharapkan pengampunan pada saat bertobat. Bagi mereka hanya merekalah yang punya keistimewaan untuk bertobat dan menerima pengampunan. Ditambah lagi, menurut orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat, Yesus hanya merendahkan diriNya sendiri dengan berbuat demikian, dan juga tidak sesuai dengan  martabatNya jika Ia bergaul dekat dengan orang-orang semacam itu, menyambut mereka dalam kawanan-Nya, dan makan bersama sama dengan mereka.

Marah, kegeraman, hujatan, Sungut-sungutan dari ahli taurat dan orang farisi TERNYATA  sama sekali tidak mempengaruhi HATI YESUS, malahan sebaliknya Yesus ingin meluruskan pandangan mereka selama ini yang sebenarnya sesat dan keliru. Selain itu melalui perumpamaan tersebut, Yesus ingin menunjukkan bahwa kedatangan-Nya justru untuk mencari orang-orang berdosa agar mereka bertobat.

Yesus dengan penuh hikmat merespon pengaduan mereka dengan memberikan perumpamaan tentang domba yang hilang. Yesus memulai perumpamaan ini dengan pertanyaan retorik yaitu di ayat 4 , siapakah diantara kamu yang mempunyai 100 ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor diantaranya, tidak meninggalkan yang 99 ekor dipadang gurun dan pergi mencari yang hilang itu sampai menemukannya ?

Saudara, Alkitab selalu menyebut kita adalah domba. Dan domba tidak dapat hidup tanpa gembala. Menjadi tugas gembala untuk membawa domba-domba peliharaannya ke rumput yang hijau dan air yang sehat. Juga untuk menhalau binatang buas yang hendak memangsa domba tersebut. dan tugas yang tak kalah penting yaitu ketika gembala harus mencari domba yang tersesat.—Pertanyaannya mengapa domba harus digembalakan?

Domba adalah termasuk jenis hewan ternak yang mudah tersesat. Mereka selalu merumput dengan posisi kepala merunduk. Domba sangat mudah terpisah dari kawannannya dan hal tersebut merupakan kelemahan terbesar setiap domba. Oleh karena itu sang gembala harus aktif dan cekatan untuk memperhatikan kawanan domba. Ketahuilah pada umumnya sekali domba tersesat biasanya ia akan semakin terhilang. Karena ia akan terjebak oleh asiknya rerumputan dengan kepala menunduk tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Keberanian sang gembala yang berusaha menemukan kembali domba yang tersesat tentu diharapkan dapat mengembalikan domba itu pulang ke kandang.

Gambaran relasi gembala dan kawanan dombanya ini adalah cerminan hubungan kita dengan Tuhan Yesus. Kristus adalah gembala agung kita. semua yang kita butuhkan Dia sediakan, ketika kita tersesat Dia mencari. Kita tidak dapat hidup tanpa Tuhan. Begitu kita mencoba keluar dari jangkauan pemeliharaan Tuhan maka kita menjadi mangsa empuk si jahat yaitu iblis.

Setiap domba sangat berharga bagi sang gembala maka ketika digambarkan bahwa dari 100 domba yang ada dan didapati ada seekor domba yang hilang, maka sang gembala sesegera mungkin mencari satu ekor domba tersebut. mungkin sejenak dalam pemikiran logis manusiawi kita maka kita akan berkata, untuk apa sang gembala harus repot-repot susah payah mencari satu ekor itu, kan lagian masih ada sisa 99. Kalau dari segi jumlah maka 1 dibandingkan dengan angka 99 maka sebenarnya gembala tidak perlu cemas dan kuatir berlebihan. Ah untung Cuma satu yang hilang toh masih ada sisa 99/ No. Problem bukan.

Tapi lagi lagi Tuhan Yesus justru punya paradigma yang tidak sejalan dengan pandangan umum. Perhitungan metematika Yesus, maka angka 1 dan 99 memiliki nilai atau harga yang sama. Satu jiwa begitu berharga dihadapan Yesus. Jika hanya ada satu orang berdosapun di bumi ini Yesus akan tetap datang mencari dan menebus yang satu itu.

Adoniram judson adalah seorang misionaris baptis yang menjadi misionaris protestan Amerika utara pertama di Burma ( myanmar ). Memerlukan 12 tahun baginya untuk melihat 18 orang pertama yang bertobat melalui pelayanannya. Pada saat ia meninggal ia telah mendirikan 100 gereja dengan lebih dari 8000 anggota. Gereja-gereja  baptis di myanmar merayakan Hari judson setiap tahun untuk memperingati kedatangannya tersebut. judson memulai dari satu jiwa ke jiwa yang lain karena baginya satu jiwa begitu berharga.

Demikianlah sang gembala agung kita yaitu Tuhan yesus kristus mengasihi satu demi satu jiwa. Yesus mengasihi saya yesus mengasihi bapai ibu saudara juga. Satu per satu dia kenal dan satu per satu ada dalam hati-Nya. Kita adalah milik kepunyaannya sehingga kalau sampai milik kepunyaanNya hilang maka Yesus sedia mencari dan menemukan.

Saudaraku,dari kisah perumpamaan domba yang hilang ini, maka kita akan mempelajari satu hal yang sangat mendasar yaitu :

YESUS ADALAH SAHABAT ORANG BERDOSA

Sahabat orang berdosa, kita sepakat bahwa Yesus menyukai gelar ini, sebab untuk itulah dia datang kedunia. Dia menangisi kota Yerusalem karena mereka tidak mau membuka hati kepadaNya. Dia sedih ketik melihat kerumunan orang banyak dan melihat betapa menderita dan sedihnya mereka. yesus juga terharu karena belas kasihNya terhadap kebutuhan kebutuhan dalam diri orang-orang sekitarnya dan dia sangat berdukacita karena kekerasan hati mereka yang menolak-Nya.

Karena itulah Dia menuju salib, untuk apa ?

Untuk mengubahkan orang berdosa yang terhilang menjadi orang kudus yang ditebus. ( mari baca 2 korintus 5:18-19 )

Saya dan saudara sekalian telah diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus. Kita bukan lagi menjadi musuh, melainkan sahabat Allah.

Aplikasi :

Saudara, salah satu tanda persahabatan adalah bahwa mereka bersama membicarakan berbagai hal yang penting. Demikian pula hubungan kita dengan yesus. Dia telah memilih kita untuk mempercayakan kepada kita, apa yang sesungguhnya ada dalam hatiNya kepada kita.

Yohanes 15:15

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah kudengar dari Bapaku.

Lalu apakah isi hati yang ingin diberitahukan yesus sahabat terbaik kita kepada kita ? Allah ingin kita tahu bahwa Dia telah memilih dan menetapkan kita  untuk pergi dan menghasilkan buah dan buah kita itu harus tinggal tetap.

Kita memiliki peranan yang pasti dalam rencana Bapa untuk menjangkau dunia yang sedang menuju kebinasaan.

Saudara bagaimana kita memandang orang-orang yang terhilang di sekitar kita ? adakah kita melihat dengan pandangan tajam, sadis dan menghakimi seperti yang dilakukan elit Yahudi kepada orang berdosa ? ataukah sebagai sahabat Allah kita mau memandang mereka juga sahabat yang perlu kita tolong yang perlu kita beritahukan jalan pulang kepada Bapa.

Yesus, sahabat orang berdosa, terus menjangkau mereka yang tersesat melalui kita. kita menjadi kakiNya untuk pergi, kita menjadi lenganNya untuk memeluk, dan mulutNya untuk memberitahukan kabar baik bahwa Allah ingin umat manusia menerima putraNya dan menjadi sahabatNya.

Alkitab berkata bahwa kita adalah duta besar. Inilah panggilan setiap anak Allah. pertanyaannya setiakah kita mewakili sang gembala di dunia ini ?

Amin

Penulis : Ev. Grace Lensun
Facebook
WhatsApp
Renungan Lainnya
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Lukas 9:23
Following Jesus Daily
Penulis : Pdt. Indra Lauw
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Matius 28:19-20
Kembali Ke Pokok Pokok Dasar
Penulis : Ps. Indra Darmawan
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 4 : 35 – 41
Keluarga Kristen di tengah goncangan dunia
Penulis : Ev. Ang Wie Hay
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 16 : 9–20
Kemenangan Kristus Memulihkan Hidup Kita, Meneguhkan Iman Kita, dan Menggerakkan Kita Menjalankan Misi-Nya
Penulis : Pdt. Sentrosel Pailaha