
Kalau bicara soal kebutuhan manusia, apa sih sebenarnya kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi terlebih dahulu dalam hidup kita? makan, minum, sex, kehormatan di lingkungan sosial, rasa aman? Paaka itu yang paling mendasar dan harus mendesak untuk kita penuhi?
Jangan langsung telan mentah-mentah apa yang dunia katakan, oh ini bagus, ini baik, penuhi sebanyak-banyaknya, kejar sebanyak-banyaknya sampai kita dapatkan itu dan lain sebagainya sampai membuat kita puas. Tapi apa benar orang yang sudah mendapatkan itu sampai di tingkat kebutuhan tertinggi, maka hidupnya akan benar-benar puas? Nyatanya ada banyak orang yang punya banyak harta, mati bunuh diri, orang yang punya istri cantik, suami ganteng tapi perselingkuhan dimana mana, punya gelar pendidikan yang tinggi tapi hidupnya kosong. Kebutuhan mendasar kehidupan kita harus dilihat juga dari perspektifnya Allah. Prinsip ini jugalah yang dimiliki oleh petrus dan yohanes
Ketika Sore hari waktu itu, Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah untuk melaksanakan tugas mereka sebagai umat Tuhan. Ketika hendak melaksanakan tugas keagamaannya, mata mereka terhenti kepada satu orang yang sedang duduk dekat pintu gerbang bait Allah. mereka melihat ada Seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya, kondisinya tentu luar biasa menderita (dia lumpuh sejak lahir-bukan kaya sejak lahir). Bukan hanya lumpuh, tapi dia miskin, mengemis. setiap hari si lumpuh ini diusung dan diletakkan di dekat pintu gerbang Bait Allah, untuk meminta sedekah. Entah sudah berapa banyak orang yang memasukan uang ke dalam kotak amal itu sebagai bentuk sedekah mereka. bahkan mungkin sampai wadah yang dia miliki itu penuh dengan uang, tapi apakah itu sungguh-sungguh bisa mengubah hidupnya?
Si lumpuh selalu berharap bahwa bahwa Bait Allah, yang selalu didatangi orang-orang religius, didatangi Orang Yahudi yang bersembahyang 3 kali sehari dari pk 9, pk 12 dan pk 15 siang. Si pengemis ini hanya bisa berharap bahwa Mereka yang datang akan menaruh belas kasihan. dalam ajaran Yahudi, memberi sedekah itu adalah suatu bentuk penghormatan kepada Allah. Dan tentunya harapan si pengemis itu adalah, ”semoga dapat duit, semoga dapat sedekah.” Harapan yang ia pikirkan sepanjang tidak lebih dari itu. Tetapi Suatu ketika sore itu, Petrus dan Yohanes lewat untuk berdoa di bait Allah, Si pengemis yang lumpuh ini tentu sudah siap untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa. Ketika petrus dan yohanes lewat, Alkitab mengatakan bahwa si pengemis lumpuh itu kemudian meminta sedekah berkali kali kepada mereka. Dan ketika si lumpuh itu meminta berkali-kali, Petrus dan Yohanes justru tidak langsung memberikan sedekah, Melainkan mereka mencoba untuk menatap si pengemis dan kemudian berkata, “pandanglah kepada kami!”. dalam tatapan itu Petrus sambil mencermati apa yang menjadi kebutuhan pengemis ini, “apakah uang atau sebenarnya ada hal lain yang dibutuhkan si pengemis lumpuh ini?” sedangkan si pengemis pun menatap Petrus dengan harapan, “Pasti sebentar lagi dapat sedekah”.
Saat pengharapan si pengemis ini sudah memuncak, Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku”. Mungkin seketika hancurlah harapan si pengemis ini. bahasa anak zaman sekarang PHP Kenapa petrus PHP? Pelit? Botu? Mungkin dalam pikiran Sang Pengemis, “kok Cuma mau blg nda punya uang, repot sekali”
Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku”. tapi setelah itu Petrus mengatakan dengan keyakinan yang penuh tetapi apa yang kupunyai “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Ketika petrus mengatakan “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” dan apa yang terjadi? Bahwa tiba-tiba kuatlah kaki si lumpuh itu dan ia berjalan, bahkan melompat lompat memuji Tuhan, membuat orang-orang yang melihat saat itu tercengang.
Kira-kira, kenapa petrus dan yohanes tidak mau menyelesaikan kerepotan mereka dengan kasih aja sedekah, toh itu akan membantu si lumpuh, dia mo operasi kakinya atau apalah dan setelah itu urusan mereka soal menjalankan tugas keagamaan juga selesai. Ada Makna yang bisa kita pelajari dari narasi ini bahwa : Petrus dan Yohanes Paham mengenai apa yang menjadi hal utama yang harus dipenuhi Dalam Hidup Manusia. Selama ini Mungkin Sang Pengemis dalam ketidaktahuannya menyangka hanya uang, uang, uang yang ia butuhkan (tanpa uang akan mati). Seumur hidup yang dilakukan si pengemis lumpuh ini tidak minta kesembuhan, dia hanya minta sedekah. Ia hanya menaruh harap pada orang yang berbelas kasih untuk kepapaannya sehingga ia dapat menyambung hidup sehari demi sehari (ayat 3, 5). Ketika petrus dan yohanes mengatakan emas dan perak tidak ada padaku. Mungkin seketika hancurlah harapan si pengemis ini. Tapi Kita melihat Petrus mengerti bahwa bukan uang yang menjadi kebutuhan utama dari si lumpuh ini, petrus sadar bahwa si pengemis ini membutuhkan hal lain yang jauh lebih berharga, lebih penting daripada itu, yaitu Kesembuhan di dalam Kristus.
Kesembuhan di dalam kristus bukan perkara sakit fisiknya disembuhkan atau tidak, tapi lebih dari itu bahwa kesembuhan di dalam kristus yakni relasinya dengan Tuhan dipulihkan, ada kepuasan ketika dia memiliki yesus dalam hidupnya sekalipun mungkin sakitnya tidak sembuh. kita lihat, Lewat kesembuhan fisik dan mental yang dia terima, ia mengalami kasih dan kuasa Allah yang membuat harkat kemanusiaannya, mentalnya dipulihkan lebih dari sekadar uang-uang yang biasa diberikan kepadanya. Bukankah ini juga harusnya membuka pemikiran kita bahwa kebutuhan utama yang diperlukan manusia lebih daripada emas dan perak. Itu sebabnya Petrus bukan menawarkan emas dan perak, melainkan dia memperkenalkan satu pribadi yang berkuasa dan penuh kasih. Ada banyak orang kristen yang berpola pikir seperti si lumpuh tadi. ada banyak orang kristen hari ini yang tidak berdaya dan putus asa menjalani hidupnya.
Punya problem hidup yang sudah sekian lama gak selesai-selesai. Mungkin terkadang sudah gak punya keinginan lagi menjalani hidup. ada banyak orang kristen hari ini, bukan lumpuh secara jasmani, tidak mengemis, tetapi yang diharapakn dalam hidupnya selalu harta, materi, kehormatan, kebahagiaan duniawi, bukan kehadiran Kristus yang menjadi utama dalam hidupnya. sama seperti si lumpuh itu yang tidak berharap kesembuhan, tetapi hanya beharap sedekah. Dalam arti, si lumpuh ini hanya memikirkan apa yang menurut dia baik bagi dirinya. Dia tidak mengerti bahwa Kebutuhan yang paling utama dan paling mendesak bagi setiap manusia bukanlah masalah keuangan atau kesehatan, melainkan pemulihan hubungan dengan Allah yang harus dibereskan terlebih dahulu. Itulah kebutuhan terbesar dan terutama dalam hidup kita! Tapi itu menjadi problem yang paling besar dalam diri manusia karena seringkali manusia tidak sadar apa yang dia butuhkan yang utama dan terutama dalam hidupnya. Dan kita sebagai manusia berdosa seringkali tidak mau melihat ini sebagai problem.
Kita hanya mengakui problem kita sebatas “saya perlu yang ini, Tuhan, saya butuh ini Tuhan, ayo cepat berikan saya ini, kabulkan doa saya, katanya Tuhan berkuasa”. kemiskinan, sakit penyakit, beban hidup, gak punya uang, banyak hutang, masalah hidup lainnya, sesungguhnya bukanlah problem utama yang mendesak yang harus dibereskan dalam hidup saudara, tapi Problem utama yang mendesak dan harus dibereskan dalam, hidup manusia adalah DOSA, hubungan manusia dengan Allah rusak, itu juga yang mengakibatkan ketika kita ada masalah, sedikit-sedikit menyalahkan Tuhan, gak terima dengan keadaan, pinginnya meninggalkan Tuhan, seakan-akan kita nih jadi menderita karena tuhan. Tapi ketika relasi kita sungguh-sungguh kita bereskan dengan Tuhan, maka ketika kita dalam pergumulan pun kita akan sungguh-sungguh mencari Tuhan, bukan menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang sekitar, menyalahkan keadaan.
Ketika kita punya yang utama dalam hidup kita yaitu Kristus maka hati kita akan sungguh-sungguh puas. Walaupun mungkin sakit kita tidak sembuh, hutang kita belum terbayarkan. Tapi separah-parahnya penderitaan, penyakit, kemiskinan, apapun itu problem hidup yang tidak bisa kita hindari, kita akan bisa, mampu menghadapi itu jika kita punya punya relasi yang beres dengan Tuhan.
Baik ketika menolong orang lain/berbicara kepada diri kita sendiri, konsep mengenai kebutuhan dasar dalam hidup kita, yaitu pemulihan relasi/hubungan kita dengan Tuhan harus ada dulu dalam pikiran kita, konsep ini haruslah menjadi yang utama sebelum kita menyumbangkan uang-uang kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Ketika konsep ini ada dalam pikiran kita dan kita terapkan kepada orang yang kita tolong, maka sesungguhnya kita telah memperlihatkan keunikan iman kristen. Keunikan iman kristen itu di mana? Bukan sekadar pemberian materi yang jumlahnya banyak, bukan hanya diukur dari pemberian materinya secara kuantitas. Kalau semua diukur materi secara kuantitas, dimana keunikan iman kristen? Keunikan iman kristen adalah menyampaikan berita pengharapan tentang kristus yang mengasihi orang berdosa, itulah berita pengharapan yang harus disampaikan oleh semua anak-anak Tuhan. Betapa pentingnya orang Kristen Membawa Pengharapan Bagi Orang Lain.
Sampai detik sebelum petrus mendoakan si lumpuh itu dalam nama Yesus, Kepekaan itu tidak dimiliki oleh orang-orang beragama yang datang melewati si lumpuh setiap hari. Bagi mereka, orang -orang yang setiap hari mondar mandir di bait Allah menganggap si lumpuh hanyalah realitas sosial yang wajar, sehingga perhatian dalam bentuk uang, sedekah itu sudah cukup untuk menyambung hidup. Bahkan mungkin orang-orang beragama itu sesekali mereka memberikan uang tersebut dengan mengharapkan berkat Tuhan sebagai imbalan atas \'kesalehan\' mereka. Sehingga yang diharapkan Si lumpuh sepanjang hidupnya ya hanya mau dapat uang sedekah. Tapi kita lihat bahwa kehidupan Petrus dan Yohanes yang sudah pernah gagal dan diubahkan Tuhan membawa perlakuan yang sangat berbeda hari itu bagi kehidupan si lumpuh nan miskin itu. bahkan petrus dan yohanes memberi sesuatu yang lebih dari apa yang diharapkan si lumpuh selama ini. bahkan membuka mata orang banyak bahwa Allah berkuasa dan peduli pada manusia, melebihi kepedulian sosial semata. seperti tindakan Petrus ini, Apakah kita berani berkata, “pandanglah kepada saya! Ada suatu kabar yang ingin kusampaikan.”
Adakah hati kita peka ketika banyak mata mereka menatap ke kita. memohon pertolongan, kelepasan, Apakah kita berani menatap mereka kembali dan berkata, “Lihat,pandang kepada saya! Ada sebuah hadiah pengharapan yang akan saya berikan.” Tentu saya mengatakan, bukan berarti kita tidak perlu memberikan uang, materi kepada mereka yang membutuhkan. Tugas kita sebagai gereja, tentu harus menjadi jawaban untuk setiap kebutuhan riil manusia, terutama mereka yang menderita, terpinggirkan. karya Allah itu juga harus dilanjutkan melalui kepedulian yang nyata pada sesama. Setiap hari kita berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki beragam kebutuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, Mari memohon hikmat dan kreativitas untuk membagikan apa yang kita punyai sesuai kebutuhan spesifik orang-orang yang kita jumpai. Apapun perbuatan atau pemberian kita (uang, nasi bungkus, baju layak pakai, pembesukan, meyediakan mobil jemputan, telinga yang mendengar, kata-kata yang menghibur, sentuhan kasih, keterampilan medis, dll.), lakukan itu semua demi dan bagi Kristus, supaya melalui kemurahan hati kita, kita bisa membawa dampak, dan orang orang takjub akan Dia sehingga bisa membuka hati untuk mendengarkan Kabar Baik-Nya.