Renungan GKM

rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Keluarga Kristen di tengah goncangan dunia

Murid-murid Tuhan Yesus adalah pelaut, penangkap ikan tapi mereka juga takut dengan badai tofan.

Mat 8 : 23-24 “…..sekonyong-konyong”, Lukas 8 : 22-23 “….sekonyong-konyong…mereka dalam keadaan bahaya.” Situasi bahaya yang tiba-tiba datang, tidak pakai ijin.

Mentaati Yesus apakah badai hidup kita hilang ? ikut Yesus, apakah pasti tidak ada kesulitan hidup ? semakin mentaati Yesus apakah semakin tidak ada kesulitan ?

Setan tidak suka kepada orang yang setia kepada Yesus maka setan akan terus menggoda kita supaya kita jauh/meninggalkan Tuhan.

Pada saat di kapal Tuhan Yesus tidur secara fisik tapi tidak tidur secara Roh. Tuha Yesus “tertidur” supaya kita terbangun. Di taman Getsemani tiga muridNya  tertidur, di perahu Tuhan Yesus yang tertidur.

Seandainya kita/keluarga kita ada alam perahu, apa respon kita ?

Hikmat 1 : “Tuhan yang utus, Tuhan yang urus.”

Hikmat 2 : “Pelaut yang ulung bukan lahir dari lautan yang tenang tapi dari lautan dengan ombak yang besar dan badai.”

Hikmat 3 : “Badai tidak bisa membangunkan Tuhan Yesus, tapi teriakan/doa dari para murid bisa membangunkan Tuhan Yesus.”

Hikmat 4 : “Angin dan danau pun taat kepada Tuhan  Yesus.” Ada yang Maha Pencipta yang menggendalikan alam semesta, jangan takut!

Ketika badai datang dalam hidup, kita bisa memilih :

1.Fokus kepada Tuhan Yesus maka badai terlihat kecil

2.Fokus kepada badai maka Tuhan Yesus terlihat kecil

Hikmat 5 : “Tuhan tidak tertidur” Mazmur 121: 4-5. Tuhan Yesus menjaga sepanjang hidup kita

Hikmat 6 : “Apakah ada Tuhan Yesus di perahu kehidupan kita ? apakah kita merasakan kehadiran Tuhan Yesus di perahu kehidupan kita ?

Kita harus berelasi intim dengan Tuhan Yesus maka hidup kita akan tenang.

Burung rajawali memaksa anak-anaknya untuk belajar terbang, meskipun anak-anaknya terjatuh berkali-kalai tapi induk burung rajawali tetap melatih anak-anaknya untuk terbang.

Burung rajawali terbang tinggi di tengah badai, Yesaya 40 : 31

Seperti olahraga tenis meja, bola harus dipukul keras sehingga bola tersebut bisa melompat tinggi. Semakin dipukul, bola semakin memantul ke atas.

Seperti paku dan palu, semakin palu memukul paku dengan keras maka paku itu semakin kokoh menancap ke dalam.

“Kalau hidup kita menghadapi badai, ini berarti kita sedang berjalan di jalan yang benar.”

Kita ini luar biasa atau biasa di luar ? Kalau hidup kita biasa di luar ini berarti kita biasa hidup di luar zona nyaman, Luk 5 : 4-10. Ini berarti kita hidup di zona iman bukan di zona aman.

Penutup :

Tuhan memakai orang yang bersedia diproses melalui masa sulit yang terpenting adalah miliki relasi dengan Tuhan.

 

Penulis : Ev. Ang Wie Hay
Facebook
WhatsApp
Renungan Lainnya
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Lukas 9:23
Following Jesus Daily
Penulis : Pdt. Indra Lauw
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Matius 28:19-20
Kembali Ke Pokok Pokok Dasar
Penulis : Ps. Indra Darmawan
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 4 : 35 – 41
Keluarga Kristen di tengah goncangan dunia
Penulis : Ev. Ang Wie Hay
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 16 : 9–20
Kemenangan Kristus Memulihkan Hidup Kita, Meneguhkan Iman Kita, dan Menggerakkan Kita Menjalankan Misi-Nya
Penulis : Pdt. Sentrosel Pailaha