Renungan GKM

rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Jembatan Kasih

Kita tahu bagaimana seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya dalam kisah ini telah mengalami transformasi/perubahan yang luar biasa. Dari hidup yang penuh kehancuran, terisolasi, dan terbelenggu, ia menjadi orang yang bebas dan sehat, baik jasmani maupun rohaninya telah mengalami kesembuhan ketika ia berjumpa dengan Kristus.

Ketika ia ingin mengikuti Tuhan Yesus, Tuhan Yesus memerintahkan pria itu untuk kembali ke rumahnya untuk bersaksi.

            Apa sebenarnya arti bersaksi ? menurut Yunani (martureo), artinya : Orang yang memberi kesaksian tentang sesuatu yang ia sendiri telah melihatnya. Bersaksi bukan menceritakan tentang siapa diri kita, tetapi memberitakan tentang apa yang  Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita.

Tugas bersaksi yang Tuhan Yesus perintahkan kepada pria Gersa yang sudah dipulihkan dimulai dari rumah, kemudian lanjut kepada orang-orang lain.         

Kesaksian kita tidak harus dimulai dari tempat yang jauh. Justru, keluarga, kerabat, dan kenalan adalah tempat pertama kita bersaksi.

Apa yang harus kita saksikan ?

1. Pengalaman hidup bersama Kristus

Setelah Tuhan Yesus menyembuhkan orang tersebut, perubahan dalam hidupnya begitu nyata sehingga semua orang di sekitarnya terheran-heran. Respons masyarakat adalah ketakutan, karena mereka tidak sepenuhnya memahami kuasa Yesus.

Bagi Tuhan Yesus, satu jiwa itu sungguh sangat berharga dimata Tuhan dibandingkan dengan 2000 babi (Markus 5:13) Memang kalau dihitung secara matematika satu jumlah yang tidak kecil. Anggap saja 1 babi berharga 2 juta X 2000 = 4 milyar, tapi disini kita melihat bahwa 1 jiwa itu jauh lebih mahal dari 4 milyar, yaitu seharga pengorbanan Kristus.

Apa yang kita saksikan tidak harus peristiwa-peristiwa yang luar biasa.

Pengalaman sederhana bersama dengan Tuhan, bila disaksikan dengan setia, bisa juga menjadi berkat bagi orang-orang lain. Keselamatan, pemeliharaan, kebaikan, kasih dan anugerah Allah yang kita alami bisa kita bagikan kepada orang-orang lain.

Bukan hanya kehidupan lancar dan berhasil yang bisa kita saksikan. Tapi penyertaan dan pemeliharaan Tuhan dalam masa-masa sulit juga dapat kita bagikan.

Bersaksi bukan tentang teori atau sesuatu yang belum kita alami, tetapi tentang apa yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita.

2. Bersaksi melalui Perbuatan

Sering kali,  sulit bersaksi kepada keluarga atau orang terdekat karena mereka tahu kelemahan kita. Tapi, inilah kesempatan untuk menunjukkan perubahan nyata yang Tuhan lakukan dalam hidup kita.

Kesaksian dimulai dengan cara hidup yang mencerminkan kasih Kristus.

Bersaksi melalui perbuatan pada dasarnya dapat dilakukan dengan cara :

a.Menolong seseorang baik secara spontan ataupun memang sudah direncanakan.

b.Melalui tingkah laku kita sehari-hari, kita menjadi surat yang dapat dibaca semua orang (II Kor 3:2-3)

Tunjukkan perubahan melalui tindakan nyata seperti menunjukkan kasih dengan mengasihi sesama, memaafkan orang yang telah menyakiti kita , melayani, rendahan hati, aini dalah kesaksian yang kuat kepada orang lain, termasuk keluarga kita. Hidup yang Menunjukkan Injil.

Seringkali ada yang berpendapat bahwa sebaiknya kita bersaksi dengan perbuatan saja dan tidak usah dengan perkataan atau sebaliknya tidak usah dengan perbuatan tapi dengan perkataan saja. Yang benar adalah keduanya harus dilakukan dengan seimbang, perkataan kita diteguhkan dengan perbuaan kita.

Matius 5:6 berkata : “Demikian juga hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.”Ada yang menafsirkan bahwa “terang” itu adalah “perbuatan” kita, yang menerangkan mengapa kita melakukan hal-hal yang baik itu, sehingga mereka yang melihatnya dapat memuliakan Bapa di Sorga. Kalau tidak dijelaskan mungkin ada yang tidak tahu kalau kita adalah pengikut Kristus.

3. Bersaksi dengan kuasa Allah

Kita harus INGAT untuk selalu berdoa mohon kuasa dari Roh Kudus karena apalah kita, tanpa kuasa dari Roh Kudus…kesaksian sebagus apapun tidak ada pengaruhnya bagi yang mendengar, tetapi sebaliknya, kesakian yang sederhana bisa menjadi berkat jika disertai dengan kuasa Roh Kudus.

Dan kita harus ingat juga :

  • Tugas kita adalah menabur benih : hasilnya ada di tangan Tuhan. Jangan takut untuk berbicara tentang Tuhan kepada orang lain.
  • Roh Kudus yang akan memampukan Anda.
  • Jangan Takut akan Penolakan

Penduduk Gerasa awalnya merasa takut pada kuasa Yesus dan memintanya pergi. Demikian juga, Anda mungkin mengalami penolakan atau ketidakpedulian saat bersaksi. Jangan menyerah. Tetaplah bersikap baik dan mengasihi mereka yang menolak.

  • Doakan Mereka Secara Konsisten

Mintalah Tuhan untuk membuka hati mereka agar mereka dapat percaya dan menerima Kristus satu saat.

  • Bersabar dengan Respon Mereka

Tidak semua orang akan langsung menerima kesaksian Anda, tetapi teruslah setia dalam bersaksi.

Mari  kita menjadi jembatan kasih yang bisa membawa keluarga, sahabt dan kenalan untuk menerima Kristus dengan cara, saksikan :

  1. Pengalaman hidup bersama Kristus.
  2. Bersaksi melalui Perbuatan.
  3. Bersaksi dengan kuasa Allah.

Tuhan bisa memakai setiap kita, asal kita mau dipakai olehNya.

Penulis : Ev. Marta Santawiguna
Facebook
WhatsApp
Renungan Lainnya
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Lukas 9:23
Following Jesus Daily
Penulis : Pdt. Indra Lauw
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Matius 28:19-20
Kembali Ke Pokok Pokok Dasar
Penulis : Ps. Indra Darmawan
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 4 : 35 – 41
Keluarga Kristen di tengah goncangan dunia
Penulis : Ev. Ang Wie Hay
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 16 : 9–20
Kemenangan Kristus Memulihkan Hidup Kita, Meneguhkan Iman Kita, dan Menggerakkan Kita Menjalankan Misi-Nya
Penulis : Pdt. Sentrosel Pailaha