Renungan GKM

rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Kasih Allah Ddalam Hidup Pengikut-Nya

Sekelompok peneliti bertanya kepada anak-anak berusia 4-8 tahun tentang apa itu kasih. Beberapa anak tersebut kemudian mengungkapkan sebagai berikut:

“Kasih adalah ketika Anda pergi makan dan memberikan sebagian besar kentang goreng Anda kepada seseorang tanpa membuat mereka memberikan sebagian besar kentang goreng mereka kepada Anda.” Chrissy-usia 6 tahun

Ketika nenek saya menderita radang sendi, dia tidak bisa membungkuk dan mengecat kuku kakinya lagi. Jadi kakek saya melakukannya untuknya sepanjang waktu, bahkan ketika tangannya terkena radang sendi juga. Itulah kasih. Rebecca-usia 8 tahun

Anak-anak dapat melihat dan merasakan kasih yang dinyatakan oleh anggota keluarga mereka. Oleh karena itu apakah kita sudah menyatakan kasih Allah kepada orang- orang di sekitar kita? Sebab kasih adalah hal natural yang terlihat dan dirasakan dalam kehidupan pengikut Kristus, mengapa? Allah adalah kasih (natur Allah)

Setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah (ay. 7) menunjukkan bahwa seseorang yang menerima anugrah dari Allah menerima kasih dari Allah atau kasih Allah diinjeksi ke dalam kehidupan pengikut Kristus supaya mereka dapat mengasihi dengan kasih dari Allah. Hal sebaliknya pun berlaku ketika seseorang tidak menerima anugrah Allah, ia tidak mampu mengasihi dengan kasih dari Allah karena kasih Allah tidak ada dalam hidup orang tersebut (ay. 8).

Karena natur Allah adalah kasih maka ia menyatakan kasih-Nya itu dengan mengutus anak-Nya ke dalam dunia (ay. 9)supaya manusia berdosa diselamatkan, melalui karya Tuhan Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya (ay. 10).

Setelah Allah menyatakan kasih-Nya, maka Ia mau supaya setiap pengikut-Nya menyatakan kasih di tengah dunia ini: keluarga, pekerjaan, sekolah, kuliah, pelayanan, atau di mana pun kita berada kasih Allah dapat terlihat dan dirasakan (ay. 7, 11, 21).

Sewaktu kita akan menyatakan kasih Allah, maka hendaknya kita tidak bergantung pada kasih kita sendiri namun bergantung kepada kasih Allah yang sempurna dan tidak terbatas yang tinggal dalam hidup kita (ay. 15-16).

Sehingga kasih Allah menolong kita serta memampukan kita untuk menatap hari penghakiman sebab kita dikasihi oleh Allah dan telah ditebus melalui karya kasih Tuhan Yesus (ay. 17-18)

Seseorang yang mengatakan bahwa ia mengasihi Allah namun membenci saudara seimannya maka ia berdusta, sehingga kasih itu harus nampak dan dirasakan oleh saudara seiman atau komunitas iman (ay. 19, 20)

Pertanyaan diskusi dan refleksi:

  1. Satu hal apa yang berbicara secara pribadi kepada Saudara dari khotbah Minggu lalu?
  2. Mengapa hal tersebut berbicara secara pribadi dalam hidup Saudara?
  3. Satu hal apa yang akan Saudara lakukan sebagai aplikasi dari khotbah Minggu lalu?

 

Ayat Hafalan: 1 Yohanes 4:7

Penulis : Ev. Hans Gosal
Facebook
WhatsApp
Renungan Lainnya
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Lukas 9:23
Following Jesus Daily
Penulis : Pdt. Indra Lauw
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Matius 28:19-20
Kembali Ke Pokok Pokok Dasar
Penulis : Ps. Indra Darmawan
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 4 : 35 – 41
Keluarga Kristen di tengah goncangan dunia
Penulis : Ev. Ang Wie Hay
rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash (1) (2)
Markus 16 : 9–20
Kemenangan Kristus Memulihkan Hidup Kita, Meneguhkan Iman Kita, dan Menggerakkan Kita Menjalankan Misi-Nya
Penulis : Pdt. Sentrosel Pailaha