Bacaan: Yunus 4:1-11
Hafalan: Yunus 4:11
"Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”
Mengasihi orang yang baik sepertinya mudah untuk dilakukan namun jika kita diminta untuk mengasihi orang yang telah menyakiti, mengkhianat, memberikan kerugian yang tidak sedikit atau perbuatan negatif lainnya, tentu tidak mudah untuk melakukannya bukan? Demikian juga dengan Yunus ketika Tuhan memintanya untuk pergi memberitakan berita pertobatan kepada orang-orang Niniwe tidak mudah untuk dilakukan, setidaknya ada 3 hal yang mengganjal:
1. Ganjalan pertama masalah keadilan.
Bagi Yunus orang-orang Niniwe tidak pantas diampuni, dikasihi karena kejahatan demi kejahatan yang mereka lakukan. Mereka biasa membuat sate manusia, mengupas kulit, mencabut lidah tawanan atau musuh mereka dan mengambil perempuan hamil sebagai bahan judi, kebohongan menjadi hal yang lumrah, juga merampas milik orang lain yang bukan warga Niniwe adalah perbuatan wajar. Pokoknya intinya orang-orang Niniwe tidak pantas menerima pengampunan. Yunus tidak rela orang-orang Niniwe mendapatkan pengampunan.
Bagi Yunus Allah tidak akan menjadi Allah yang baik dengan mengampuni orang bejat, sekalipun dia menyesali perbuatannya. Kejahatan harusnya mendapat hukuman, bukan pengampunan. Keadilan menjadi adil, ketika seseorang menderita segala konsekuensi atas segala tindakannya, meskipun ia menyesal atau tidak. Niniwe seharusnya dimusnahkan supaya keadilan dinyatakan. Inilah konsep keadilan yang dipegang oleh Yunus dan tidak sedikit orang pun menerapkannya.
2. Ganjalan kedua pemahaman yang tidak selaras dengan tindakan
Yunus memiliki pengetahuan teoretis yang sangat baik tentang Allah. Ia mampu mengucapkan pengakuan yang baik seperti yang ia lakukan dalam 1:9, dan 4:2 “aku tahu bahwa Engkaulah Allah pengasih dan penyayang (seperti kasih seorang ibu kepada anaknya), yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia (kesetiaan dalam perjanjian). Masalahnya adalah bagaimana menghidupi pengakuan itu dalam praktik kehidupan. Padahal Yunus baru saja mengalami kebaikan Tuhan dalam di pasal 2 dan akhir pasal 1. Tidak sedikit orang yang memiliki pemahaman teologi namun tidak mampu mengakurkannya dengan tindakan keseharian.
3. Ganjalan yang ketiga masalah hati
Kemarahan Yunus yang luar biasa menunjukkan bahwa ia tidak hanya dibingungkan oleh masalah keadilan dan sinkronisasi pemahaman dengan tindakan. Ketika ia berkata bahwa ia ingin mati (ayat 3) dan Allah, dengan kelembutan yang luar biasa meresponinya, “patutkah engkau marah (ayat 4)?” Saudara, kita melihat bahwa masalah Yunus yang sebenarnya ada pada tingkat terdalam yaitu hatinya. Ketika Yunus berkata, "(jika aku tidak memiliki itu) lebih baiklah aku mati dari pada hidup" ay.8, maksudnya adalah ia telah kehilangan sesuatu yang telah menggantikan Allah sebagai sukacita, alasan, dan kasih utama dalam hidupnya, yaitu pohon jarak dan nasionalisme bangsanya. Kemarahannya yang meledak-ledak menunjukkan bahwa ia bersedia membuang hubungannya dengan Allah jika ia tidak mendapatkan hal yang diinginkannya pohon jarak, dan Niniwe dihukum.
Ketika orang-orang Kristen lebih peduli pada kepentingan dan keamanan mereka sendiri daripada kebaikan dan keselamatan orang yang berbeda suku, ras, warna, dan lainnya. Mereka tidak jauh berbeda dengan Yunus.
Solusi atas ganjalan-ganjalan kita adalah Injil yang memampukan kita untuk mengasihi seperti hati Allah. Kita membutuhkan keadilan Allah untuk menyelesaikan masalah keadilan kita, karena Kristus telah menyelesaikan masalah keadilan di kayu salib
Kita membutuhkan Yesus Kristus untuk memampukan mengakurkan pemahaman teologi dengan tindakan, dengan cara meneladani Dia. Apa kata firman-Nya? Apa yang Ia pikirkan? Apa yang Ia perkatakan? Apa yang Ia perbuat? Lakukan! Kita membutuhkan Yesus Kristus untuk menyelesaikan masalah hati, karena tidak ada satu pun hal di dunia ini yang mampu memuaskan hati kita, memberikan damai sejahtera selain Yesus Kristus.
Diskusi Kelompok
1. Apa yang membuatmu sulit untuk mengasihi orang-orang pernah menyakitimu?
2. Bagaimana caranya mengasihi orang-orang yang pernah menyakiti kita?
3. Dukungan apa yang saudara butuhkan dari komunitas untuk menolongmu mengasihi orang-orang yang pernah menyakitimu ?
Proyek Ketaatan
Buatlah sebuah komitmen untuk bisa berbalik kepada Allah.
Materi Lainnya