HATI ALLAH: BERSATU UNTUK MENGERJAKAN MISI-NYA
Yohanes 17 : 20 – 23
Ev. Arlens Kauntu
PENDAHULUAN
Pepatah Afrika: “kalau mau berjalan cepat, berjalanlah seorang diri, tapi kalau mau
berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.”
Pepatah ini bisa jadi benar/berlaku dalam konteks misi. Berdasarkan pengalaman dan
pengamatan saya selama 12 tahun terakhir sebagai mobilisator Misi, semenjak mulai
merintis dan memimpin Kairos Indonesia. Saya menemukan bahwa pribadi-pribadi,
Gereja-gereja yang tetap eksis dalam komitmen Misi hingga hari ini adalah mereka yang
bergerak sinergis, bekerja sama dengan lembaga-lembaga misi. Sedangkan mereka yang
berjalan sendiri-sendiri mulanya sih, semangat berkobar-kobar setelah ikut kursus Kairos,
tapi kemudian lama kelamaan apinya mulai redup hingga berangsur-angsur padam.
ISI
Saat ini kita telah membaca ayat-ayat Alkitab yang merupakan doa Yesus (Yohanes 17).
Adapun doa Yesus tersebut terdiri dari 3 bagian:
1. Saat itu Yesus berdoa untuk diri-Nya sendiri (ay. 1-5)
2. Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya (ay. 6-19)
3. Yesus berdoa untuk orang-orang yang percaya oleh pemberitaan para murid (ay. 20-
26)
Jadi doa Yesus berlaku hingga saat ini! Yesus berdoa bagi kita, sungguh suatu kebenaran
luar biasa, yang tidak ditemukan di dalamagama-agama lain manapun di dunia ini. Tuhan
mendoakan kita.
Apa yang Yesus doakan ? (ay. 21)
“supaya mereka semua menjadi satu….”
Kesatuan apakah yang didoakan oleh Yesus? Bukan kesatuan organisasi atau administrasi,
sasi-sasi, dst! “Bukan sekali-kali dimaksudkan kesatuan gerejawi. Yang dimaksud ialah
kesatuan dalam hubungan pribadi, kesatuan dalam kasih, itulah yang didoakan oleh
Yesus, suatu kesatuan di mana orang saling mengasihi karena mereka mengasihi Dia,
kesatuan hati.” (William Barclay)
Sistem organisasi Gereja boleh berbeda-beda, tata cara ibadah boleh berbeda-beda,
cara baptisan boleh berbeda-beda, doktrin gereja boleh berbeda-beda, namun kesatuan
bukanlah keseragaman, Unity is not Uniformity!
Kesatuan seperti apa? (ay. 21, 22) Seperti Yesus sang Firman yang menjelma jadi manusia
(Yoh. 1:1). Allah dan Firman-Nya bukan menjadi satu tetapi adalah satu, tak terpisahkan tapi
bisa dibedakan.
“En arkheen ho Logos, kai ho Logos en pros ton Theon, kai Theos en ho Logos” (Yoh. 1:1).
Sebagai contoh; diri pribadi saya dan perkataan saya – yang merupakan produk/hasil dari
pikiran saya – adalah satu, tidak terpisahkan tapi bisa dibedakan. Begitu juga dengan “Hati
Bapa,” adanya kesatuan dalam Misi Allah Bapa yang dinyatakan dalam ketaatan Yesus Sang
Firman yang menjadi manusia, untuk melaksanakan karya keselamatan.
Ada ungkapan yang mengatakan demikian; kalau kita berdoa kepada Tuhan, maka siapa yang
akan menjawab doa kita? Tentunya Tuhan yang menjawab doa kita! Tetapi kalau Tuhan yang
berdoa untuk kita/gereja-Nya, maka siapa yang akan menjawab doa-Nya Tuhan? Siapa yang
akan menjawab kerinduan hati Tuhan? “Tentu saja kita” Gereja-Nya, Tubuh-Nya!!
PENUTUP
Tujuan Doa Yesus
ayat 21 “.. Supaya dunia percaya..”
ayat 23 “.. Agar dunia tahu..”
Mission.. Misi!! Tanggungjawab semua orang percaya.
Bagaimana kita dapat terlibat dalam Misi:
1. Mendoakan pribadi-pribadi sampai kepada suku-suku bangsa.
2. Membangun jembatan persamaan, bukan membangun tembok-tembok perbedaan.
3. Berteman dengan sahabat/saudara-saudara Muslim, Buddha, dll. Jadilah garam dan terang!
Kesaksian hidup. Kamulah surat Kristus!
4. Terus pelajari, dalami, ikuti pelatihan-pelatihan supaya semakin efektif.
5. Giatkan Mission Trip dan Baksos. Para Pemimpin gereja ikut serta dan melibatkan jemaat
yang sudah diperlengkapi.
6. Memberi/mendanai Misi, sebagai bagian wajib dalam penatalayanan keuangan pribadi,
keluarga dan jemaat.
7. Bermitra dan team work dengan lembaga-lembaga Misi.
Sampai semua lutut bertelut,… dan semua lidah mengaku,…”
“Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka
yang tidak pernah mendengar-Nya, akan mengerti-Nya” (Roma 15:21).